Saat Tanah Longsor Merobohkan Rasa Aman, Kepedulian PKS Batam Datang Mengetuk Pintu Sandra dan Sumiati

BATAM — Bagi sebagian orang, rumah mungkin hanya tempat untuk berteduh. Namun bagi Sandra Henny dan Sumiati Hutapea, rumah adalah tempat menyimpan kehidupan, kenangan, sekaligus harapan untuk keluarga.

Harapan itu terusik ketika tanah longsor menerjang kawasan Ruli Blok 2, Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Selasa lalu.

Rumah mereka terdampak. Rasa aman yang selama ini tumbuh di balik dinding rumah mendadak berubah menjadi kecemasan.

Di tengah situasi tersebut, Kamis (24/9/2026) sore, sekitar pukul 17.00 WIB, sejumlah kader dan pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Batam datang.

Bukan dengan janji besar. Bukan pula untuk menghapus seluruh persoalan yang mereka hadapi.

Mereka datang membawa bantuan dan pesan sederhana: mereka tidak sendiri.

Ketua DPD PKS Kota Batam, Yusuf, menyerahkan langsung bantuan kepada Sandra Henny. Sandra merupakan kader PKS sekaligus Bendahara DPRa PKS Batu Selicin.

Kondisi rumah Sandra disebut mengalami dampak longsor yang lebih parah. Karena itu, bantuan diberikan untuk membantu meringankan beban yang sedang dihadapinya.

“Jangan dilihat berapa besarnya. Ini adalah wujud kepedulian bahwa kita satu keluarga, sama-sama kawan seperjuangan,” kata Yusuf.

Bagi Yusuf, nilai bantuan bukanlah satu-satunya hal yang penting. Ada pesan kebersamaan yang ingin disampaikan melalui kedatangan mereka.

Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit membantu keluarga Sandra melewati masa sulit setelah musibah.

“Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan mudah-mudahan diganti dengan yang lebih baik,” ujarnya.

Bantuan untuk Sumiati
Tidak jauh dari sana, ada cerita lain yang tak kalah menyentuh.

Sumiati Hutapea juga menjadi korban terdampak longsor. Ia merupakan seorang janda dengan dua anak.

Berbeda dengan Sandra, Sumiati bukan kader PKS. Ia juga beragama Nasrani.

Namun, perbedaan itu tidak menjadi alasan untuk melewatkan rumah Sumiati dari perhatian. PKS memberikan bantuan kepada Sumiati.

Karena sedang bekerja dan tidak berada di rumah, bantuan tersebut diterima oleh Ketua RT setempat, Suryono.

Sekretaris DPD PKS Kota Batam, Rohaizat, mengatakan bantuan kepada Sumiati menjadi salah satu bentuk kepedulian kemanusiaan yang tidak melihat latar belakang agama maupun status seseorang.

“Walaupun beliau Nasrani, PKS tidak membedakan suku dan agama. Kalau ada kesempatan, kita sering membantu. Ini menjadi tradisi PKS,” kata Rohaizat.

Bantuan itu, kata dia, merupakan hasil ta’awun atau gotong royong yang dikumpulkan dari kader dan simpatisan PKS Lubuk Baja, DPD PKS Kota Batam serta dukungan anggota DPRD Kota Batam, Suryanto dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepri dari PKS, Bakhtiar.

Jumlahnya mungkin tidak besar dibandingkan kerugian yang harus ditanggung korban.

Namun bagi mereka yang sedang tertimpa musibah, perhatian yang datang mengetuk pintu rumah bisa memiliki arti yang jauh lebih besar.

Datang membawa kepedulian
Ketua DPC PKS Lubuk Baja, Roby Eka Putra, menyampaikan terima kasih kepada para kader, simpatisan, pengurus dan donatur yang telah ikut bergotong royong mengumpulkan bantuan.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk ta’awun untuk membantu Sandra dan Sumiati yang rumahnya terdampak longsor.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada seluruh donatur, simpatisan, kader dan pengurus DPC PKS Lubuk Baja atas kemurahan hati membagi sedikit harta untuk membantu saudara kita,” ujar Roby.

Dalam penyerahan bantuan itu, hadir pula Bendahara DPC PKS Lubuk Baja Gustina Utari dan Ketua RW 01 Blok 2, Haryono.

Sementara Ketua RT setempat, Suryono, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan kepada warganya.

“Terima kasih yang sebanyak-banyaknya. Semoga apa yang dibantu PKS ini memberikan manfaat bagi kita semuanya,” katanya.

Sore itu, bantuan memang hanya berpindah tangan dari satu orang ke orang lainnya.

Tetapi di balik bantuan tersebut, ada pesan yang jauh lebih panjang: bahwa ketika bencana datang dan membuat seseorang kehilangan rasa aman, kepedulian dari orang lain dapat menjadi penguat untuk kembali berdiri.

Tanah mungkin bisa longsor.

Rumah mungkin bisa rusak.

Namun semangat untuk saling membantu tidak seharusnya ikut runtuh.***

Tags: , , ,